Jumat, 24 April 2015

SOAL GETARAN & GELOMBANG

A. Pilihlah jawaban yang benar

1. Gerak bolak– balik suatu benda dengan menempuh lintasan yang sama
disebut ……….
a. periode c. amplitudo
b. frekuensi d. getaran

2. Jumlah getaran yang terbentuk selama 1 sekon disebut……..
a. periode c. amplitudo
b. frekuensi d. kecepatan
3. Suatu sumber getar menghasilkan frekuensi 20 Hz. Periode getaran tersebut adalah……..
a. 20 s c. 0,5 s
b. 2 s d. 0,05 s
4. Sebuah bandul bergetar sebanyak 120 kali dalam waktu 1 sekon. Periode bandul tersebut adalah…….
a. 960 s c. 120 s
b. 15 s d. 60 s
5. Perhatikan bandul pada gambar disamping. Bandul berayun dari A ke C sebanyak 3 kali ayunan. Berapa kali titik B akan dilewati beban ……...
A B C
a. 3 kali c. 5 kali
b. 4 kali d. 6 kali

6. Pada gelombang transversal berlaku………..
a. arah rambat partikel medium sejajar dengan arah rambat gelombang
b. arah rambat partikel medium tegak lurus dengan arah rambat gelombang
c. arah rambat partikel medium mengikuti arah rambat gelombang
d. arah rambat partikel medium berlawanan dengan arah rambat gelombang
7. Gelombang longitudinal tidak dapat merambat melalui………
a. benda padat c. benda gas
b. benda cair d. ruang hampa udara
8. Besaran yang dimiliki oleh gelombang, tetapi tidak dimiliki getaran adalah……….
a. Frekuensi c. periode
b. arah rambat d. amplitudo
9. Suatu gelombang pada slinki memiliki frekuensi 8 Hz. Bila panjang gelombang tersebut 25 cm, maka cepat rambat gelombang adalah……
a.200 m/s c. 3 m/s
b. 20 m/s d. 2 m/s
10. Suatu gelombang transversal merambat melalui tali dengan kecepatan 4 m/s. bila jarak antara dua puncak gelombang 2 m, maka frekuensinya adalah…
a. 0,5 Hz c. 2 Hz
b. 1 Hz d. 8 Hz

B. URAIAN
1. Apakah yang dimaksud dengan getaran ?
2. Tuliskan hubungan antara frekuensi dengan periode getaran. Berikan penjelasan mengenai besaran dan satuannya?
3. Sebuah bandul melakukan getaran sebanyak 10 kali dalam 5 sekon. Tentukan periode getaran bandul tersebut ?
4. Seorang ibu mengipasi sate dengan gerakan yang tetap. Menurut pengamatan anaknya, sang ibu mengipasi sate dengan periode 0,5 sekon. Berapa kali ibu mengipasi sate bila anaknya mengamati kejadian itu selama 30 sekon ?
5. Apakah perbedaan gelombang longitudinal dan gelombang transversal ?
6. Berikan penjelasan mengenai :
a. amplitudo
b. frekuensi
c. panjang gelombang
d. periode gelombang
7. Mengapa dinding kolam disebut pemantul gelombang air kolam ?
8. Suatu gelombang memiliki frekuensi 2000 Hz dan panjang gelombang 17 cm. tentukanlah cepat rambat dan periode gelombang tersebut ?
9. Tuliskan hubungan antara cepat rambat, periode, dan panjang gelombang. Berikanlah penjelasan mengenai besaran dan satuan yang digunakan ?
10. Apa yang membedakan gelombang mekanik dengan gelombang elektromagnetik? Berikan contoh masing– masing ?

Welcome to "Sukses Mulia Blog"

SELAMAT DATANG

Melalui E-Learning, para siswa dimungkinkan untuk tetap dapat belajar sekalipun tidak hadir secara fisik di dalam kelas. Kegiatan belajar menjadi sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan ketersediaan waktu para siswa. Sehingga siswa dapat mengakses materi untuk mendapatkan bahan materi sekolah, mengerjakan tugas, mengerjakan soal ujian, dan diskusi.

Sekarang, mari kita belajar menggunakan E-Learning. Dalam blog ini memuat materi pembelajaran dan evaluasi. Kalian dapat mengklik link-link yang ada di sebelah kanan blog ini. Jawaban soal evaluasi dapat kalian kirimkan ke alamat mmaam98@gmail.com

Sebelum menjawab soal, kalian diwajibkan absensi terlebih dahulu. Dengan cara memberi komentar (saran dan kritik) ke dalam blog ini, dengan mengklik link "komentar" di bawah ini.

Selamat mencoba pembelajaran berbasis E-Learning.

Senin, 22 Desember 2014

Menampilkan Quiz Creator di WordPress




Tutorial ini merupakan thread dari tutorial saya sebelumnya yang mengulas tentang Quiz Creator. Dan pada bagian ini, saya ingin berbagi tentang cara menampilkan Quiz Creator di blog WordPress.
Begini.. Bagian terakhir dari pembuatan Quiz Creator adalah mem-publish-nya ke dalam format (Web, LMS, EXE, Word atau Excel) Baca Mempublish Quiz Creator. Selanjutnya baru kita upload file hasil publih-an ke hosting.
Cara Mengupload dan Menampilkan File SWF
Dengan asumsi bahwa anda sudah mempublish file Quiz Creator menjadi format Web dan mendapatkan beberapa file, diantaranya yaitu 1 file SWF dan 1 file HTML, namun kali ini yang akan kita upload hanya file SWF-nya saja. Berikut langkah menguploadnya :
1. Bukalah Browser Firefox anda dan ketikkan URL http://SWFCabin.com. Maka akan ditampilkan jendela SWFCabin.com
 
2. Ketik Judul file SWF, pada Title dan Klik Browse untuk memilih filenya. Pilihlah file SWF Quiz Creator tersebut.
3. Jika sudah, klik Publish SWF. Maka anda akan mendapatkan URL dari file SWF tersebut. Namun bukan URL tersebut yang akan kita sisipkan pada postingan blog (karena jika URL tersebut dijalankan, akan menampilkan file SWF beserta sponsor2 yang tidak kita perlukan).
Supaya kita hanya mendapatkan URL file SWF aslinya, ikuti langkah ke-4.
4. Masih pada halaman SWFCabin, pada jendela browser Firefox, Klik Menu Bar Tools > Page Info > Tab Media. Maka akan ditampilkan daftar URL / alamat page yang mengisi halaman SWFCabin tersebut.

 
5. Pilihlah URL yang bagian belakang nama filenya berformat .swf, dan klik kanan copy. URL inilah yang nantinya akan kita sisipkan di postingan blog.
Jika sudah, selanjutnya kita tampilkan file SWF Quiz Creator tersebut ke postingan/page dengan cara (ikuti langkah 6).
6. Buatlah Postingan baru pada Blog WordPress anda dengan cara klik Menu Post > Add New Atau Page baru dengan cara Pages > Add New.
7. Aktifkan mode HTML / TEXT dan sisipkan URL tersebut dengan menggunakan tag <Embed> dengan penulisan sbb:
<Embed src=”http://www.swfcabin.com/swf-files/1351404864.swf” width=”lebar” height=”tinggi”></embed>
Aturlah lebar dan tinggi tampilan kuis pada width dan height, sesuai selera.
5. Dan klik tombol Publish…
Lihatlah… File Quiz creator akan tampil pada postingan/page anda. Gimana? Sudah tampil?
Jika belum tampil, bisa jadi itu karena anda menggunakan WordPress yang gratisan
Perlu diketahui bahwa tag <embed> hanya disupport oleh WordPress yang berbayar. Untuk WordPress yang gratisan, anda bisa menggunakan tag berikut :
[gigya width=”lebar” height=”tinggi” quality=”high” src=”http://www.swfcabin.com/swf-files/1351404864.swf”]
Nah, sekarang sudah bisa kan??
Mudah-mudahan bermanfaat, selamat mencoba…

Jumat, 22 Agustus 2014

Mari Beralih Ke Flipped Classroom



Apakah anda adalah guru yang suka memberikan pekerjaan rumah (PR) pada siswa anda setiap kali menjelang akhir pelajaran? Jika iya, apakah dengan PR tersebut siswa dapat lebih memahami materi yang telah anda berikan?
Seharusnya begitu ya… :)
Memberi pekerjaan rumah kepada siswa adalah salah satu dari strategi kita sebagai guru dalam memotivasi siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan. Aktivitas ini telah dilakukan oleh hampir semua guru sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu hingga saat ini.
Bagi sebagian siswa yang pintar, kegiatan ini memang dapat memotivasi (bc. menantang) mereka untuk mempelajari kembali bahkan mengeksplor materi yang telah diberikan. Namun, tidak demikian bagi siswa yang kurang mampu. Kegiatan ini bisa jadi membuat mereka yang belum begitu memahami materi, akan bertambah bingung, bahkan stress, saat menemui kesulitan dalam mengerjakan PR tanpa adanya bimbingan dari orang lain. Jika hal ini terjadi, maka apa yang bisa dan biasa mereka lakukan?
Maka demi memenuhi tuntutan PR, yang sering terjadi adalah mereka akan mengambil jalan pintas dengan menyalin pekerjaan teman mereka sebelum dikumpulkan kembali untuk dinilai oleh guru. Jika demikian, maka tujuan guru memberi PR tidak akan pernah tercapai. Maka dari itu kita perlu strategi baru!
Marilah kita coba membalik tradisi di atas dengan tanpa mengurangi motivasi kita kepada siswa untuk belajar di rumah.
Jika sebelumnya kita memberi pekerjaan rumah kepada siswa/i untuk mempelajari atau menjawab soal-soal dari materi yang telah disampaikan… Maka kita bisa mencoba memberikan tugas kepada mereka untuk mempelajari materi yang akan disampaikan sebelum tatap muka dilaksanakan. Dengan demikian, kegiatan tatap muka dengan siswa di kelas dapat kita isi dengan kegiatan berdiskusi (tentang materi yang belum difahami siswa), kuis, praktikum atau hal lain yang terkait dengan materi yang sedang dipelajari. Model pembelajaran seperti ini yang dikenal dengan flipped classroom.
Flipped classroom adalah sebuah model pembelajaran di mana guru memberikan tugas / PR kepada siswa untuk aktif mempelajari terlebih dahulu materi yang akan disampaikan melalui media digital berupa video atau e-book beserta beberapa instruksi tugas / latihan soal, sebagai bahan diskusi ketika kegiatan di dalam kelas (tatap muka). Teknis pelaksanaan model pembelajaran flipped classroom ini adalah :
  • Guru menyiapkan dan memberikan sebuah media (bisa berupa video pembelajaran / digital book) yang akan ditonton dan dipelajari oleh siswa di rumah.
  • Siswa menonton video dan mempelajari instruksi yang diberikan oleh guru melalui video tersebut agar terlebih dahulu mengenal konsep dan materi yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya.
  • Di dalam kelas, siswa mengerjakan tugas berdasarkan instruksi yang telah disampaikan sebelumnya (melalui video). Dalam hal ini siswa dapat lebih memfokuskan diri pada kesulitannya dalam memahami materi ataupun kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal berhubungan dengan materi tersebut.
  • Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas tersebut.

Model pembelajaran flipped classroom ini terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keaktifan siswa pada sebuah proses pembelajaran. Model pembelajaran ini juga sangat bermanfaat untuk kepada guru dan siswa, karena :
  • Siswa memiliki kesempatan penuh untuk mengejakan tugas mereka dengan didampingi oleh gurunya.
  • Guru dapat memastikan bahwa setiap siswa telah memahami konsep-konsep / materi yang disampaikan sebelum pindah ke materi berikutnya.
  • Siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk berkolaborasi, berbagi ide dan projek bersama temannya.
  • Guru dengan mudah memiliki kesempatan untuk meninjau kembali rencana pembelajaran yang telah dilakukan. Sedangkan siswa dapat dengan mudah mempelajari kembali video pembelajaran setiap saat, terutama bagi siswa yang absen (tidak masuk sekolah).
  • Terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa.
Meski begitu, tidak mudah untuk menerapkan dan membiasakan siswa mengikuti aturan model pembelajaran flipped classroom ini. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengubah model belajar siswa yang sudah terbiasa menunggu guru memberikan materi (Bc. berceramah) di depan kelas. Sedangkan bagi guru, butuh kemampuan untuk menciptakan sebuah media digital yang akan diakses siswa melalui model pembelajaran ini.
Berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh guru dan siswa sebelum melaksanakan model pembelajaran ini :
  • Sebuah video pembelajaran maupun e-book beserta tugas (kuis/project) yang akan dipelajari siswa.
  • Perangkat komputer (PC/Laptop) sebagai media yang akan digunakan untuk mengakses video pembelajaran.
  • Koneksi internet yang memadai (jika menggunakan video streaming). Sebenarnya koneksi internet ini tidak mutlak diperlukan, jika video pembelajaran diakses secara offline. Hal ini dapat dilakukan dengan cara guru memberikan file video pada akhir kelas untuk dipelajari di rumah.
  • Kemampuan di bidang TIK. Kemampuan di bidang ini mutlak dibutuhkan, terutama kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran, dan membuat soal-soal interaktif untuk mendukung materi yang disampaikan. Jika tidak, guru dapat juga memanfaatkan video serupa yang ada di youtube. Sedangkan siswa juga harus memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer PC/Laptop guna mengakses video tersebut.
Hal yang paling penting dari semuanya adalah menyiapkan mental siswa kita supaya dapat menerima dan melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Sehingga mereka merasa nyaman dan terbiasa belajar aktif untuk mengembangkan daya kritis mereka dalam menyerap materi pelajaran.

Mudah-mudahan bermanfaat :D

Referensi :

Kenapa Harus Flipped Classroom?


Diakui atau tidak perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini sangat berpengaruh pada kebiasaan dan cara belajar siswa dan mengajar guru di sekolah.
Dulu, saat saya masih di bangku sekolah, hampir sebagian besar waktu luang saya di sekolah, saya habiskan untuk mempelajari materi yang telah dan akan disampaikan oleh para guru. Saya selalu khawatir apabila tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh mereka. Karena selain malu, hukumannya pun lumayan berat :D
Berbeda dengan jaman sekarang, hampir sebagian besar waktu luang siswa di sekolah, yang seharusnya digunakan untuk belajar, dihabiskan untuk mengakses gadget, seperti SMS-an, FB-an, Twitter-an dan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas belajar. Perkembangan teknologi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran ternyata belum banyak dioptimalkan oleh siswa untuk mengakses pelajaran.
Begitu pula ketika awal saya mengajar, saat itu belum banyak teknologi komputer yang memfasilitasi saya dalam mengajar. Bahan ajar biasanya saya peroleh dari berbagai sumber belajar (buku) yang saya pinjam dari perpustakaan. Selanjutnya dari buku-buku tersebut, saya membuat rangkumannya dalam bentuk tulisan yang nantinya akan dicatat (disalin) oleh siswa/i saya, setelah saya selesai menjelaskan materi pelajaran. Sehingga, hampir sebagian besar waktu mengajar di kelas, habis untuk mencatat materi pelajaran.
Meski begitu, entah mengapa motivasi belajar siswa saya saat itu begitu tinggi. Suasana belajar di kelas pun menjadi sangat berkesan, sampai sekarang!
Berbeda dengan saat ini, meski cara mengajar guru banyak difasilitasi oleh teknologi, namun masih banyak di antara kita yang masih menggunakan metode dan model pembelajaran lama (biasanya ceramah), di mana proses pembelajaran masih berpusat pada guru.Bahkan terkadang guru merasa belum puas, jika saat mengajar tidak menjelaskan (ceramah). Siswanya pun mengaku belum diajar, jika belum diceramahi..he..he.
Yah, hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa duduk di kelas, mendengarkan guru berceramah, untuk menyampaikan materi pelajarannya.
Alasan klise “infrastruktur sekolah yang tidak mendukung”, biasanya menjadi alasan kenapa guru belum memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran di kelas.
Berangkat dari kenyataan di atas, maka diperlukan model ataupun metode pembelajaran yang dapat memotivasi guru dan siswa untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara benar untuk proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran flipped classroom (Bc. Mari Beralih ke Flipped Classroom dan Memilah-milih Flipped Classroom Tools).
 
Kelebihan Flipped Classroom
Banyak alasan, kenapa flipped classroom saat ini menjadi salah satu pilihan penting dalam model pembelajaran kita. Berikut adalah beberapa kelebihan yang menjadi alasan kenapa kita perlu menggunakan model pembelajaran flipped classroom ini:
  • Bagi Siswa :
    • Siswa (dipaksa) memiliki waktu untuk mempelajari materi pelajaran di rumah sebelum guru menyampaikannya di kelas. Dengan demikian, siswa lebih mandiri dan tidak lagi hanya menunggu guru menyampaikan materi pelajarannya di kelas.
    • Siswa dapat mempelajari materi pelajaran dalam kondisi dan suasana yang nyaman sesuai dengan kemampuannya menerima materi. Siswa yang pintar dapat belajar secara cepat, sedangkan bagi siswa yang kurang mampu, mereka dapat mengulang materi pelajaran (video) sesukanya sampai mereka faham.
    • Setiap siswa bisa mendapatkan perhatian penuh dari guru saat mengalami kesulitan dalam memahami konsep maupun tugas/latihan/kuis. Hal ini dikarenakan di dalam kelas, guru hanya membahas (mereview) materi-materi yang menurut siswa sulit (saja). Atau, guru bisa meminta siswa yang sudah memahami materi, untuk membantu temannya yang belum faham. Dengan demikian dapat dipastikan setiap siswa telah memahami materi dengan baik.
    • Siswa dapat belajar dari berbagai jenis konten pembelajaran baik melalui video, website, aplikasi mobile atau jenis konten yang lain. Hal ini memudahkan siswa memahami materi pelajaran, dari pada siswa hanya belajar dari papan tulis atau buku.
  • Bagi guru :
    • Lebih efektif, karena materi disajikan dalam bentuk video, sehingga bisa digunakan berulang-ulang pada kelas yang lain.
    • Hemat waktu, karena guru tidak harus menjelaskan semua materi pelajaran, akan tetapi hanya bagian-bagian tertentu yang dianggap sulit oleh siswa.
    • Guru termotivasi untuk mempersiapkan materi pelajaran dalam berbagai jenis konten, baik berupa video, website, aplikasi mobile atau jenis konten yang lain. Sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih terencana dan tertata dengan baik.
    • Guru semakin kreatif dalam membuat modul pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi yang memudahkan siswa dalam memahami konsep.
    • Terjalin komunikasi yang aktif antara guru dan siswa, karena pembelajaran di kelas lebih banyak dilakukan dengan berdiskusi (tanya jawab) di antara mereka.
Kelemahan Flipped classroom
Meski banyak keuntungan yang didapat dari pelaksanaan model pembelajaran flipped classroom, namun tetap saja ada kekurangannya, diantaranya adalah :
  • Tidak semua siswa/guru/sekolah memiliki akses terhadap perangkat teknologi informasi yang dibutuhkan, seperti komputer/laptop dan koneksi internet.
  • Tidak semua siswa merasa nyaman belajar di depan komputer/laptop. Padahal untuk melaksanakan model pembelajaran ini, siswa harus mengakses materi melalui perangkat tersebut.
  • Tidak semua siswa memiliki motivasi untuk belajar secara mandiri di rumah. Apalagi terhadap materi yang belum disampaikan oleh guru. Sehingga motivasi dari guru selalu dibutuhkan, agar siswa terbiasa mempelajari materi pelajaran secara mandiri, sebelum materi tersebut disampaikan oleh guru di kelas.
  • Butuh waktu lama bagi guru untuk mempersiapkan materi dalam bentuk video, terutama guru yang belum terbiasa membuat video pembelajaran.
Dari kelebihan dan kekurangan flipped classrom di atas, memang tidak mudah, bahkan butuh waktu untuk menyiapkan materi pembelajaran (video) dan menerapkannya di dalam kelas kita. Namun, tidak ada salahnya jika kita mulai mencoba menerapkan model pembelajaran ini, agar supaya siswa terbiasa dan tertantang untuk mempelajari sesuatu yang baru secara mandiri agar prestasi belajar semakin meningkat.

Mudah-mudahan bermanfaat :D

Referensi :
http://www.faronics.com/news/blog/4-benefits-of-the-flipped-classroom/

Memilah-milih Flipped Classroom Tools



Banyak cara (metode dan model) pembelajaran yang dapat dimanfaaatkan oleh guru dalam menyampaikan materinya, salah satunya adalah model pembelajaran yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini, yaitu Flipped classroom. Flipped calssroom merupakan salah satu pilihan model pembelajaran yang secara tidak langsung memaksa siswa untuk mempelajari terlebih dahulu materi pelajaran, sebelum guru menyampaikannya di kelas.
Melalui media digital (video / ebook) yang digunakan, model ini sangat efektif untuk meningkatkan kualitas dan motivasi belajar siswa yang sebelumnya hanya mengandalkan (bc. Menunggu) guru berceramah di dalam kelas. Materi yang disediakan dalam bentuk digital, yg dapat dipelajari di luar kelas akan memudahkan siswa dalam menyerap konsep dan materi yang diberikan, karena mereka dapat belajar di mana saja dalam suasana yang nyaman. Materi disajikan dalam bentuk visual juga memudahkan mereka untuk mempelajari kembali materi secara berulang-ulang.
Pengemasan materi pembelajaran yang akan digunakan pada flipped claasroom ini tidak lepas dari berbagai software yang mensupportnya. Berikut beberapa tool yang dapat dimanfaatkan guru sebagai media pendukung model pembelajaran flipped classroom baik yang online maupun offline :
  • Video Creator:
Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat/mengedit video, seperti Camtasia, Windows Movie Maker, ScreenCast-O-Matic, ShowMe, Jing dan seterusnya. Saya merekomendasikan anda untuk memilih Camtasia :D
  • Video Content:
Sebuah situs yang akan menampung video anda secara online. Seperti Youtube EDU, TeacherTube, SchoolTube, BrainPOP, Khan Academy dan seterusnya. Melalui situs ini anda juga dapat berbagi konten pembelajaran berupa file PDF, PPT, Audio bahkan anda juga dapat berbagi foto-foto kegiatan anda di kelas. Saya merekomendasikan anda untuk memilih TeacherTube.
  • Blog dan Jejaring Sosial
Saat ini Blog dan Jejaring sosial banyak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran terutama untuk berbagi informasi dan konten pembelajaran. Bahkan dengan menggunakan tool ini memungkinkan guru/siswa untuk berkolaborasi dengan guru/siswa dari sekolah lain. Contoh Jejaring sosial yang banyak digunakan untuk ini adalah Edmodo, Moodle, Schoology, Edu 2.0, Google +, Twitter dan seterusnya. Dan saya merekomendasikan anda untuk memilih Edmodo/Edu 2.0 (karena cukup simple :D)
  • E-book Creator
Selain menggunakan video, flipped classrom juga dapat menggunakan media digital book/e-book. Calibre, Sigil, MobiPocket, adalah salah satu contoh software pembuat e-book yang bisa anda pilih. Saya merekomendasikan untuk memilih Sigil :D
  • Presentation Creator
Untuk membuat presentasi yang menarik dan interaktif, anda dapat memanfaatkan situs-situs pembuat presentasi yang disediakan secara online seperti Prezi, PowToon dan seterusnya. Saya merekomendasikan untuk memilih Prezi ;)
  • Group Communication
Media untuk berkomunikasi antara guru dan siswa, seperti BigBlueButton, Skype, Yahoo Messeger, Google HangOut dan seterusnya. Saya merekomendasikan anda untuk memilih BBB (bigbluebutton) ;)
  • Digital Story Telling Creator
Sebuah tool yang dikembangkan untuk anak-anak dan digunakan untuk membuat konten kreatif digital berupa StoryTelling, seperti Tikatok, ZooBurst, Animoto dan seterusnya. Saya merekomendasikan anda untuk memilih Tikatok :D
Dan masih banyak lagi tools pendukung lain yang dapat anda gunakan.
Dari beberapa pilihan website, mobile apps dan desktop apps yang sudah ditawarkan di atas, tentu anda sendiri yang dapat menentukan tools apa saja yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan belajar siswa anda.

Selamat memilih ya.. Mudah2an bermanfaat :D

Referensi